Jumat, 20 Mei 2011

Obesitas Bisa Menular

ORANG yang memiliki banyak teman berbadan gemuk atau menderita obesitas berisiko untuk ikut menjadi gemuk pula. Demikian hasil studi terbaru yang dilakukan sejumlah peneliti di Universitas Arizona, Amerika Serikat, belum lama ini.

"Kita pasti bertanya bagaimana obesitas bisa menyebar di antara teman-teman dan anggota keluarga. Hal itu karena kita mempelajari mengenai ukuran tubuh yang dianggap normal dari teman-teman dan anggota keluarga kita. Karena itulah obesitas bisa menular," kata Daniel Hruschka yang memimpin studi tersebut.

Menurut Hruschka, secara langsung atau tidak langsung, para penderita obesitas membujuk sahabat-sahabat mereka yang berbadan lebih kurus untuk makan lebih banyak dan berolahraga lebih sedikit sehingga berat badan mereka seukuran

Musik Bikin Awet Muda

BERMAIN musik sedari kecil dapat membantu seseorang menjaga kesehatan memori dan alat pendengarannya. Demikian hasil penelitian terbaru yang dirilis dalam jurnal PLoS One, belum lama ini.

"Berlatih memainkan alat musik setiap hari dapat membantu otak kita lebih beradaptasi terhadap penuaan. Musik membuat kemampuan untuk mengingat dan mendengar kita tetap tajam," kata dokter Nina Kraus dari Universitas Northwestern Chicago yang memimpin studi tersebut.

Menurutnya, pengalaman bermusik dapat membantu seseorang melawan isu komunikasi yang umumnya dialami saat bertambah tua. "Latihan bermusik membuat sistem saraf kita tetap sempurna," katanya lagi.

Pendengaran dan memori merupakan bagian tubuh yang harus tetap kita jaga. Kehilangan salah satunya dapat membuat seseorang depresi dan terisolasi dalam pergaulan sehari-hari

Komputer dan Penuaan

BEKERJA di depan layar komputer dengan intensitas tinggi dapat membuat seseorang menua secara prematur. "Karena terlalu serius dalam bekerja, ekspresi wajah kita kadang-kadang tidak berubah selama berjam-jam. Sementara itu, radiasi elektronik dari layar komputer juga berpengaruh buruk terhadap pori-pori kulit kita," kata ahli bedah kosmetik dokter Mohan Thomas dari Inggris.

Menurutnya, selain menyebabkan munculnya garis-garis halus di permukaan wajah, postur tubuh dan mata pun bisa rusak karena kita harus duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

Thomas menambahkan, ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi efek negatif kondisi tersebut. "Jangan melihat layar terlalu lama. Latihlah otot leher setiap 30 menit. Gerakkan otot wajah. Setiap beberapa jam, bangunlah dari kursi dan berjalan-jalanlah. Seusai bekerja, cucilah wajah dan pijat lembut selama beberapa saat," jelasnya.

Periang Lebih Cepat Mati

MERASA sedang bahagia? Hati-hatilah. Para ilmuwan menemukan mereka yang dilabeli 'superceria' pada masa kanak-kanak justru cenderung mati lebih muda daripada sebaya mereka yang lebih pendiam.

"Ini disebabkan mereka cenderung memiliki gaya hidup yang lebih bebas dan penuh bahaya," jelas June Gruber, profesor psikologi di Universitas Yale.

Menurut Gruber, para periang itu juga lebih rentan mengalami masalah mental, seperti depresi bipolar. Dalam kondisi demikian, mood seseorang bisa berayun dengan mudahnya dari kebahagiaan ekstrem ke kesedihan yang mendalam. "Berusaha terlalu keras untuk bahagia juga sering kali membuat seseorang justru tambah depresi," paparnya

Atasi Konflik di Kantor dengan Percaya Diri

MEMPUNYAI karier yang cemerlang impian semua orang. Mencapainya tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Percaya diri yang optimal dan sehat mutlak diperlukan dalam meraih karier yang diimpikan.

Untuk membangun rasa percaya diri, penampilan luar memang sangat memegang peranan penting, namun kepercayaan diri dari dalam hati tak kalah pentingnya.

Percaya diri banyak dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat emosional dan perasaan, baik dari diri sendiri atau dari orang atau kelompok lain. Karenanya, emosi, perasaan, dan imajinasi positif sangatlah dibutuhkan untuk tetap menjaga agar kita terpengaruh dan mencapai kesuksesan.

Hadir di acara “Rexona Mengajak Percaya Diri Untuk Sukses dalam Karier”, Rene Suhardono, seorang Career Coach mengungkapkan, “Karier adalah segala hal yang dikerjakan pada sebagian besar waktu saat mata terbuka. Karier adalah totalitas kehidupan profesional kita. Bukan hanya sekadar bicara pekerjaan atau proses mendapatkan uang, karier adalah segala hal yang berkaitan dengan passion dan tujuan hidup masing-masing. Pemahaman passion dan tujuan hidup dalam karier akan menghasilkan energi baru bagi individu untuk terus bekerja, berkarya, dan berkontribusi,” paparnya.

Pada kenyataannya, Rene mengatakan, usaha setiap orang dalam meraih impian kariernya mengharuskan seseorang terus bersentuhan dengan individu lain. Dalam hubungan dengan manusia dengan berbagai sifat yang beragam, potensi muncul konflik tak terhindarkan.

“Berkarier akan selalu bersentuhan dengan individu dan kepentingan lain yang diwarnai oleh potensi-potensi konflik,” urainya.

Lebih lanjut Rene menambahkan, “Dinamika dengan atasan, rekan kerja, dan bawahan masing-masing memiliki potensi timbulnya konflik. Apabila tidak dikelola dengan baik, dinamika itu bisa menjadi politik kantor yang meresahkan. Secara umum, 75 persen dari energi dan waktu kerja dihabiskan untuk menghadapi konflik dengan atasan. Sementara energi yang dikeluarkan untuk berurusan dengan konflik akibat politik kantor sama dengan energi yang dikeluarkan untuk memulai usaha baru.”

Sebelum meraih impian dalam berkarier, perlu strategi untuk mengatasi konflik di kantor. Kepercayaan diri yang besar menjadi modal utama.

Bagaimana caranya menumbuhkan rasa percaya diri?

Rene menjabarkan, “Konflik merupakan sesuatu yang tak terhindarkan, karena itu memiliki rasa percaya diri yang tinggi itu sangat penting.

Bagaimana caranya memupuk kepercayaan diri?

Be the first. Kita pasti lebih percaya diri jika selalu menjadi yang pertama. Jika tak bisa jadi yang bertama, be the best. Jadilah yang terbaik dalam setiap hal yang Anda kerjakan. Jika tidak bisa, be different. Setiap orang itu unik. So, enggak ada alasan untuk tak percaya diri.”

Pada dasarnya, konflik akan membuat seseorang lebih tangguh. Setelah konflik muncul, pasti muncul resolusinya. Karenanya, tak perlu menghindari konflik, tapi harus dihadapi.

“Diinginkan atau tidak, suka tidak suka, akan ada konflik. Satu konflik akan mampu menciptakan peluang. Setelah ada konflik, akan muncul resolusi. Anda tak akan pernah tahu bagaimana menyelesaikan suatu masalah jika tak terjadi konflik sebelumnya,” pungkasnya.

Hore, Film Impor Kembali Ramaikan Bioskop Indonesia

Kabar gembira bagi para pencinta film-film impor. Setelah empat bulan film impor absen dari layar bioskop di Indonesia, akan segera kembali dinikmati para pencinta film Barat.

Demikian disampaikan Kepala Direktorat Jenderal Bea Cukai Agung Kswandono saat ditemui Metro TV di ruang kerjanya di Jakarta, Kamis (19/5) sore.

Menurut Agung, importir film yang mengajukan banding ke Pengadilan Pajak, kini sudah bisa mengimpor film. Impor bisa dilakukan tanpa harus menunggu keputusan banding.

Agung mengatakan, hingga kini sudah tiga importir yang mengajukan banding. Namun baru satu yang memenuhi persyaratan dan membayar kewajiban.

Agung menegaskan polemik terkait tidak beredarnya film-film asing di Indonesia, bukan terletak pada Ditjen Bea Cukai. Polemik muncul justru dari industri perfilman Indonesia sendiri.

Maraknya impor film dan pendistribusian yang tidak terbuka, merupakan bagian dari permasalahan tersebut. Bea Cukai, kata Agung, hanya mengurus pada masalah fiskal semata, yakni menetapkan bea masuk sesuai Undang-Undang Kepabeanan

Silangkan Tangan Kurangi Sakit

SAAT merasakan ada yang sakit di tubuh, cobalah menyilangkan dua tangan di dada. Menurut hasil riset ilmuwan dari University College London (UCL), menyilangkan tangan di dada akan membingungkan otak dan itu membantu mengurangi rasa sakit.

"Biasanya kita menggunakan tangan kiri untuk menyentuh benda-benda di sebelah kiri atau tangan kanan untuk benda-benda di kanan," ujar periset dari Fakultas Fisiologi, Farmakologi, dan Saraf UCL Giandomenico Iannetti, kemarin.

Akan tetapi, dengan menyilangkan dua tangan, lanjutnya, terjadi konflik antara dua peta otak, yaitu terhadap respons tubuh dan dunia luar. Biasanya peta otak untuk respons tubuh dan dunia luar bekerja bersamaan. Terjadinya konflik dua peta otak itu akan mengurangi rasa sakit.

Minggu, 08 Mei 2011

mitos-mitos

Banyak mitos-mitos yang beredar di dunia fashion selama ini. Namun tidak pernah ada yang memastikan kebenarannya. Ketimbang mempercayai mitos yang tak benar, yuk kita cek kebenarannya.



Mitos : Warna hitam cocok untuk semua orang
Fakta : Tak semua warna kulit cocok dengan warna hitam. beberapa warna kulit justru tampak lebih cerah ketika memakai warna-warna terang seperti merah, oranye dan sebagainya.

Mitos : Garis horizontal membuat tubuh terlihat lebih gemuk
Fakta : Penelitian telah membuktikan bahwa corak garis (berjarak) besar justru membuat seseorang tampak lebih kurus.

Mitos : Tas dan sepatu harus berwarna sama
Fakta : Kini trend yang berlaku seringkali 'memaksa' para pencinta fashion untuk 'bermain-main dengan aneka warna, termasuk membedakan warna tas dan sepatu mereka.

Mitos : Lekukan tubuh dapat disembunyikan dengan celana berpotongan baggy
Fakta : Nyatanya, tubuh terlihat lebih besar saat memakai celana berpotongan baggy. Justru pakaian dengan potongan yang fit (pas badan) membuat tubuh seseorang terlihat ramping.

Mitos : Rok Panjang membuat seseorang terlihat lebih pendek
Fakta : Kenyataannya, rok panjang dapat membuat seseorang terlihat lebih tinggi dan ramping jika dipadukan dengan blouse yang sesuai.

Mitos : Mereka yang memiliki kaki mungil dan kurus cocok memakai apapun
Fakta : Bentuk kaki yang terlalu kurus akan tampak aneh jika memakai rok yang terlalu pendek.

Mitos : Pakaian dengan hiasan manik-mani (sequinned) hanya untuk dipakai di malam hari
Fakta : Banyak kaos aatau jaket berhias manik yang cocok digunakan di siang hari

Mitos : Hanya rocker yang cocok menggunakan jaket kulit
Fakta : Jaket kulit cocok digunakan siapa saja, bahkan sempat menjadi trend di tahun 2009-2010.

Mitos : Denim dan denim tak bisa di padupadankan
Fakta : Di tahun 2010 lalu, blouse bahan denim yang dipadukan dengan bawahan denim menjadi trend dunia. (Tengok pagelaran busana Balmain dan Guess).