Senin, 27 Juni 2011

BEBAS TERIKAT

Seneng rasanya kalo kita bisa hidup dengan bebas. Saya suka kasian dengan burung2 yang ada di dalam sangkar. Seharusnya mereka bisa terbang ke mana mereka mau. Bukan malah terpenjara dalam sangkar sekalipun sangkarnya terbuat dari emas. Tapi apa iya yang namanya menikmati kebebasan itu bisa berbuat sesuka hati kita?

Pernah tau siput kan? Nah suatu kali ada seekor siput yang selalu membawa cangkangnya kemanapun dia pergi. Cangkang itu menjadi rumahnya. Kira2 siput itu repot nggak ya bawa cangkangnya kemanapun dia pergi?

Bisa jadi dia ngerasa repot, tapi itulah yang dia lakukan dan dia menjalaninya tanpa mengeluh. Dia tetap bisa menikmati kebebasannya dalam sesuatu yang sebenarnya mengikatnya. Dia menjadi makhluk yang bebas sekaligus makhluk yang terikat. Bebas kemana pun dia pergi, tetapi terikat oleh rumahnya. Coba bayangkan kalo dia berjalan tanpa rumah, jangan-jangan bahaya besar malah akan mengancam dirinya.

Kita juga begitu. Masing2 kita memiliki kebebasan, bebas untuk melakukan keinginan kita. Tapi musti diinget juga, kebebasan itu bukan tanpa batas lho. Batas-batas diciptakan untuk kebaikan bersama. Karena itu meskipun kita bebas, kita harus menghormati batasan-batasan yang ada demi kepentingan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar