Selasa, 16 November 2010

Saat Cinta Tak Lagi Milik Si Dia Seorang

Punya kekasih tetap ternyata tak menjamin rasa suka dan kagum tetap melekat di hati. Saat sosok luar biasa tampan melintas atau perkenalan dengan sosok pria supermapan berlanjut lebih jauh, tindakan apa yang patut diambil?

Jika meniliti profil Tania di Facebook sudah tampak jelas statusnya, yaitu in a relationship with Tino Nugraha. Hubungan keduanya pun sudah cukup lama berlangsung, sekitar satu setengah tahun. Perkenalan dengan sahabat, rekan kerja, hingga keluarga masing-masing tentu sudah dijalani oleh keduanya dengan mulus. Tapi siapa yang mengira kalau suatu haru Tania mengeluarkan pernyataan mencengangkan pada Nisa, sang sahabat.”Rasanya aku jatuh cinta lagi Nis, dan bukan dengan Tino, tapi dengan Awan. Itu, lho klien baru di kantorku!”

Bagaimana mungkin hal seperti di atas bisa menimpa Tania? Padahal kalau dilihat-lihat sejoli ini terlihat sangat serasi dan cukup tentram hubungannya. Tania sendiri tak pernah punya riwayat selingkuh sebelumnya. Tak pula berniat membalas dendam, karena Tino sama sekali belum pernah main mata dengan wanita lain di belakang Tania. Lalu, apa yang terjadi? Mengapa hal ini bisa terjadi dan apa solusinya? Spesial buat Anda yang sedang tertimpa masalah yang sama, silakan simak pembahasan Cosmo berikut, dibantu oleh Lifina, M.Psi.

Alasan Buat Berpaling

Mengapa wanita yang sudah memiliki kekasih bisa jatuh hati pada sosok pria lain, selain sang pacar? Menurut Lifina, sebenarnya setiap individu memiliki alasan yang berbeda saat akan memulai suatu hubungan. Demikian pula dengan alasan tertarik pada orang lain. Karena tak semua rasa tertarik itu mengarah pada jatuh cinta. Tapi memang, gejala jatuh cinta bisa diawali dengan rasa saling tertarik lebih dulu. Secara umum, Lifina menjelaskan kalau suatu hubungan akan terjalin karena adanya kedekatan, ketertarikan, kesamaan serta tujuan tertentu. Sekaligus juga pemenuhan terhadap hal-hal yang dibutuhkan dalam hubungan. Nah, faktor kebutuhan inilah yang kerap kali dijadikan alasan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Selain itu rasa tertarik juga timbul karena ada hal-hal yang selama ini tidak atau kurang didapat dari pasangan, namun diperoleh dari orang lain.

Benarkah Cinta?

Sebelum diam-diam memikirkan rencana selanjutnya dan terus-terusan membuka profil pria pendatang baru tersebut di Facebook, sebaiknya Anda memastikan dulu apa benar “rasa” itu adalah cinta? Atau jangan-jangan hanya kagum semata karena sosok pria itu punya selera humor yang bagus, mengendarai mobil mentereng, dan terlihat perhatian ke Anda? Lifina menjelaskan kalau perasan jatuh cinta punya karakteristik yang khas, yaitu berupa reaksi emosional yang intens. Dorongan dari dalam diri dan reaksi yang berkali-kali kerap kali hadir pada seseorang.

Jangan pula buru-buru menuduh hubungan Anda dengan pasangan yang sekarang tidak beres, karena menurut Lifina terkadang seorang individu tak merencanakan untuk jatuh cinta pada pria lain. Pada beberapa kasus, malah perasaan tertarik pada orang lain selain pasangan timbul setelah melewati proses yang tak bisa dibilang singkat. Adanya rasa kagum dan tertarik yang berulang atau malah mendapat dukungan bisa-bisa membuat perasaan yang ada (maupun yang tengah tumbuh) menjadi bertahan. Bisa pula, lantaran sering menghabiskan waktu dengan pria tersebut maka minat jadi kian mendalam. Belum lagi jika lantas ditunjang dengan ketidakpedulian dari pria yang masih menyandang predikat kekasih sah. Lengkap sudah. Maka perasaan itu jadi kian mendalam.

Jujur Soal Perasaan

Rasa gundah sudah pasti berkecambuk di dalam hati Anda. Lalu haruskah Anda menceritakan perihal ini pada si dia. Karena Anda ingat betul, dulu pernah membuat janji untuk saling jujur dan berbagi perihal apapun. Tapi, membayangkan bagaimana nanti reaksi dari Sang Romeo, apakah Anda sanggup berkata jujur padanya kalau kini ada pria lain yang tengah kerap hadir di mimpi Anda? Lifina menyerahkan pilihan sepenuhnya pada Anda, apakah akan berbagi atau tidak. Yang jelas sebelum sederet kalimat (yang mungkin akan diikuti oleh tetesan air mata) meluncur dari bibir Anda, pertimbangkan matang-matang beberapa kali. Baik menceritakan yang sejujurnya atau menyimpan rapat-rapat rahasia besar ini, sama-sama akan mengundang konsekuensi besar. Inilah yang patut Anda pikirkan matang-matang. Cobalah berempati. Bagaimana kira-kira Anda akan bereaksi jika kasus serupa menimpa Anda? Bagaimana perasaan Anda dan reaksi apa yang diharapkan Anda lakukan bisa dijadikan panduan.

Cinta Bikin Lupa Diri

Sekarang urusan mengendalikan perasaan. Sudah bukan jadi rahasia lagi kalau individu yang sedang merasakan jatuh cinta seringkali sulit mengendalikan perasaan. Menurt Lifina, individu dalam budaya individualistik memang cenderung mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan pribadi dibanding dengan mempertimbangkan masukan dari lingkungan sosialnya. Padahal lingkungan sering kali dapat menjadi sarana kontrol bagi perilaku Anda. Masukan atau komentar dari orang di sekeliling Anda bisa dijadikan bahan evaluasi.

Selain itu jangan ragu buat kembali menanyakan pada diri Anda, sebenarnya hal-hal apa yang menimbulkan ketertarikan Anda pada sosok pria tersebut. Jika memang akhirnya Anda memutuskan buat mengendalikan perasaan maka cobalah buat mengurangi atau menghindari situasi Anda kian tak terkendali dalam urusan memikat sosok tersebut. Boleh juga mengalihkan “rasa” tersebut. Tak jarang seseorang jadi kesulitan mengalihkan perhatian karena ternyata tak ada hal lain di sekeliling yang mendapat porsi perhatian sebesar hal yang tengah Anda gandrungi. Tepat sekali : pria itu!

Simak Betul Responnya

Kebingungan pasti kian membelenggu Anda saat tahu kalau sang pria kedua punya perasaan yang sama dengan Anda. Wah! Jangan dulu buru-buru mengiyakan ajakannya. Lagi-lagi Lifina meminta Anda buat mempertimbangkan apa yang menjadi motivasi Anda untuk menjalin hubungan dengan pria lain, selain pacar Anda. Kenali betul perasaan Anda, apakah gejolak cinta yang ada di benak Anda itu punya doroangan buat berlanjut ke tahap yang lebih serius atau tidak. Yang tak kalah penting, jangan lupa memperhitungkan soal hubungan Anda dengan si kekasih resmi. Sertakan pula perasaan pria itu dalam menghadapi tindakan yang akan Anda ambil.

Jika akhirnya Anda sudah membulatkan tekad buat menyudahi hubungan dan mempunyai pacar baru, Lifina sangat menyarankan agar Anda menyelesaikan dulu hubungan yang telah ada. Sudah tentu masalah yang belum ada solusinya bisa menjadi beban hubungan baru Anda di masa depan nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar