Kamis, 13 Januari 2011

Karir Terhenti Setelah Melahirkan?

BENARKAH perusahaan tak memiliki keberpihakan terhadap wanita yang melahirkan untuk kembali bekerja dan merintis karirnya? Haruskah karir wanita yang melesat naik harus terhambat dan berakhir setelah mereka punya anak?

Sebuah survei pernah dilakukan oleh lembaga National Childbirth Trust (NCT) di Inggris. Survei dilakukan terhadap 1500 ibu yang belum lama kembali bekerja setelah punya anak.

Ditemukan bahwa 4 dari 10 perempuan diantaranya mengatakan bahwa ternyata sangat sulit untuk bisa kembali bekerja setelah memiliki anak. Sementara, sepertiga lainnya mengaku, hubungan dengan bos merenggang sejak mereka hamil.

Sisanya ditemukan juga perempuan yang merasa promosi kenaikan jabatannya tersendat sejak mereka memiliki anak. Pun terdapat satu dari 7 wanita yang mengatakan, senioritas mereka berkurang sejak kembali ke kantor, setelah cuti melahirkan.

Belinda Phipps, selaku CEO NCT melihat bahwa secara keseluruhan, berbagai kebijakan dan prosedur yang diterapkan perusahaan tidak cukup menguntungkan, khusunya bagi perempuan. Ia pun mengakui, departemen HRD memang selalu memiliki kebijakan yang bagus. Namun praktiknya, perusahaan justru mengingkari sendiri kebijakan yang sudah ditetapkan.

"Para manajer dan mereka yang bertanggung jawab langsung terhadap karyawan perlu lebih meningkatkan terciptanya suasana yang nyaman bagi para ibu yang kembali ke kantor setelah melahirkan. Ini tentang memahami dan menghargai, bukan sekedar proses," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar